Book Recommendation (A Cup of Tea by Gita Savitri Devi)
Judul: A Cup of Tea | Penulis: Gita Savitri Devi | Tahun Terbit: 2020 | Penerbit: Gagas Media
![]() |
| (Dok. Pribadi) |
Sebuah buku dengan genre nonfiksi yang ditulis
oleh seorang content creator, musisi,
blogger, sekaligus influencer berdarah Palembang ini
akhirnya terbit di tahun 2020, dengan judul “A Cup of Tea”. Pada buku kedua
miliknya ini Gitasav juga berhasil menginspirasi banyak pembacanya, terlebih setelah
ia menulis buku pertamanya yang terbit pada 2017 lalu. “A Cup of Tea” merupakan
sebuah buku yang berisi tentang kumpulan cerita pribadinya dengan memberikan
banyak pelajaran hidup untuk usia muda.
Bahasa yang digunakan dalam menyampaikan ceritanya
sangat anak muda sekali, jelas, to the
point, dan mudah dipahami oleh siapa saja. Buku karangan Gitasav ini
disampaikan menggunakan bahasa Indonesia, namun, sering kali Gitasav juga
menuliskan opini dan kutipan berbahasa Inggris. Hal ini membuat pembaca buku “A
Cup of Tea” bisa sekaligus belajar dan meningkatkan bahasa asing, yaitu bahasa
Inggris.
Disajikan dalam bentuk cerita yang terbagi
menjadi lebih dari 10 bab, perjalanan yang mengesankan dari seorang Gitasav
membuat siapapun yang membaca buku ini akan merasa seperti terbawa ke suasana
yang dijelaskannya. Penyampaiannya yang santai membuat pembaca menjadi lebih
merasa seperti diceritakan langsung oleh sang penulis. Pembaca tidak akan cepat
bosan ketika membaca buku ini, karena di setiap bab memiliki cerita yang
menarik dan unik yang dialami oleh Gitasav sendiri. “A Cup of Tea” sangat cocok
bagi siapapun yang memang sedang mencari jati diri terlebih di usia muda, rasa penasaran
calon pembaca makin meningkat karena memiliki sebuah slogan yang juga
disematkan dalam buku ini, yaitu “mencari
untuk menemukan”.
Dilengkapi dengan beberapa foto hasil tangkapannya, buku ini menjadi lebih hidup, ceritanya yang relatable dengan kehidupan remaja kebanyakan juga membuat buku ini makin disukai. Selain itu, alasan lain buku ini bisa menjadi inspirasi, karena ceritanya yang mengangkat kisah nyata bagaimana Gitasav yang menjalani hidupnya di Negeri orang, perjalanan bertemu dengan banyak orang dengan berbagai kultur dan perspektif, bagaimana ia bertahan dengan segala pemikiran untuk masa depan, terlebih pengalamannya dalam self-improvement, kehidupan setelah pernikahannya, juga sampai mengangkat topik cyber bullying yang dialaminya. Sebagai social media influencer, opini yang Gitasav sampaikan secara lisan maupun tulisan sering disetujui oleh banyak pengikutnya di media sosial. Dengan memberikan perspektif dari dirinya, ia mengubah pola pikir para pembaca tulisannya agar menjadi lebih open-minded. Tak hanya di media sosial, hal kebebasan dalam menulis itu juga berjalan di kanal blog pribadi Gitasav, hingga ia bisa menulis buku best-seller dan sering direkomendasikan seperti “A Cup of Tea” yang satu ini.
----------------------------------------------------------------------------------------
Book’s Title: A Cup of Tea | Author: Gita Savitri Devi | Year Published: 2020 | Publisher: Gagas Media
Besides using social media as an intermediary to be able to convey information as well as trends in society, digital media such as a blog has been widely used for story-sharing activities without complicated provisions. Blog owners are free to be able to explore, write, and convey new yet fresh ideas without time limits. One of them is Gita Savitri Devi or familiarly called Gitasav, an Indonesian woman studying in Germany who has been writing on her personal blog for more than 10 years now. Eventually, there was an opportunity for her to share her life story not only on a blog but in a book.
A book with the non-fiction genre written by this (Read: Gita Savitri) content creator, musician, blogger, and influencer from Palembang, finally published in 2020, entitled "A Cup of Tea". In her second book, Gitasav has also succeeded in inspiring many readers, especially after she wrote her first book, which was published in 2017. "A Cup of Tea" is a book that contains a collection of her personal stories by providing many life lessons for young (generation) people.
The language used in telling the story is kind of young generation, very clear, to the point, and easily understood by anyone. This book is delivered in the Indonesian language, however, often Gitasav also writes opinions and quotes in English. This allows readers of the book "A Cup of Tea" to learn and improve at the same time a foreign language, which is English.
Presented in the form of a story that is divided into more than 10 chapters, the memorable journey of Gitasav makes anyone who reads this book feel as though they have been carried away by the atmosphere it describes. The casual delivery makes the reader feel more like the author is telling her in person directly. Readers will not get bored quickly when reading this book because each chapter has an interesting and unique story that was experienced by Gitasav herself. "A Cup of Tea" is perfect for anyone who is looking for identity, especially at an early age, the curiosity of prospective readers is increasing because it has a slogan that is also embedded in this book, namely "mencari untuk menemukan".
Equipped with several photos of her shots, this book becomes very real (Read: realistic) which the story is relatable to the lives of most teenagers also makes this book more popular. Apart from that, another reason this book can be an inspiration because the story tells the true story of how Gitasav, who lived abroad, traveled to meet many people with various cultures and perspectives, how she survived with all thoughts for the future, especially her experiences in self-improvement, her life after her marriage, also brought up the topic of cyberbullying she was experiencing. As a social media influencer, the opinions that Gitasav conveys orally and in writing are often approved by many of her followers on social media. By providing a perspective on herself, she changes the mindset of the readers of her writing to become more open-minded. Not only on social media, but this freedom of writing also runs on Gitasav's personal blog channel, so that she can write best-selling and often recommended books like this one “A Cup of Tea”.


Comments
Post a Comment